Musim hujan kembali memicu kerusakan jalan di berbagai titik Kota Makassar.Kondisi ini berdampak pada mobilitas warga,keselamatan berkendara,serta menyoroti ketahanan infrastruktur perkotaan.
Musim hujan yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir kembali memicu kerusakan jalan di sejumlah titik Kota Makassar.Kondisi ini menjadi perhatian warga karena berdampak langsung pada kelancaran aktivitas harian serta keselamatan pengguna jalan.Berbagai ruas jalan utama maupun jalan lingkungan dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang spaceman.
Kerusakan jalan yang muncul umumnya berupa aspal mengelupas,lubang di badan jalan,hingga permukaan yang bergelombang akibat tergerus air hujan.Di beberapa kawasan,genangan air yang sering terjadi mempercepat proses kerusakan karena air meresap ke lapisan bawah jalan.Warga menilai bahwa hujan dengan intensitas tinggi memperlihatkan kelemahan struktur jalan yang belum sepenuhnya siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Sejumlah pengendara mengaku harus lebih berhati-hati saat melintas di jalan yang rusak.Lubang jalan yang tertutup air hujan kerap tidak terlihat,meningkatkan risiko kecelakaan terutama pada malam hari dan saat lalu lintas padat.Pengguna sepeda motor menjadi kelompok yang paling merasakan dampak karena kondisi jalan yang tidak rata sangat berbahaya bagi keseimbangan kendaraan.
Selain faktor curah hujan,usia jalan dan kualitas material konstruksi juga menjadi sorotan.Banyak ruas jalan di Makassar dibangun bertahun-tahun lalu dengan spesifikasi yang mungkin belum mempertimbangkan perubahan pola cuaca saat ini.Volume kendaraan yang terus meningkat turut memberikan tekanan tambahan pada struktur jalan,sehingga mempercepat kerusakan ketika hujan turun secara intens.
Warga di kawasan permukiman padat menyebutkan bahwa jalan lingkungan sering kali luput dari perhatian perbaikan rutin.Padahal,jalan-jalan kecil tersebut menjadi akses utama aktivitas sehari-hari,termasuk menuju sekolah,tempat kerja,dan fasilitas umum.Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut membuat kondisi semakin parah saat musim hujan berikutnya tiba.
Dari sisi ekonomi,kerusakan jalan turut berdampak pada aktivitas usaha.Transportasi barang menjadi terhambat,biaya perawatan kendaraan meningkat,dan waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama.Pelaku usaha kecil yang bergantung pada distribusi lokal merasakan langsung dampaknya ketika akses jalan di sekitar mereka tidak lagi optimal.
Pemerintah kota sebenarnya telah melakukan berbagai upaya penanganan,termasuk tambal sulam jalan dan perbaikan di titik-titik prioritas.Namun,warga menilai bahwa langkah tersebut masih bersifat sementara dan belum menyentuh perbaikan struktural jangka panjang.Penanganan darurat saat hujan sering kali tidak cukup untuk menahan laju kerusakan yang terus berulang setiap musim hujan.
Pengamat infrastruktur menilai bahwa permasalahan ini perlu ditangani secara lebih menyeluruh.Perencanaan pembangunan jalan harus mempertimbangkan sistem drainase yang terintegrasi,kualitas material yang lebih tahan terhadap air,serta pengawasan konstruksi yang ketat.Mitigasi dampak cuaca ekstrem menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan infrastruktur perkotaan.
Ke depan,masyarakat berharap adanya perbaikan jalan yang dilakukan secara berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah Kota Makassar.Transparansi perencanaan serta keterlibatan warga dalam melaporkan kondisi jalan dinilai dapat membantu percepatan penanganan.Dengan infrastruktur jalan yang lebih tangguh,aktivitas warga diharapkan tetap berjalan lancar meskipun musim hujan kembali datang.
